Home » , » Jadikan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam yang Nyaman

Jadikan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam yang Nyaman

Written By forum on Minggu, 08 April 2012 | 07.49


KH. Marzuki Arman Abduh, Lc
Ketua MPC PPP Jakarta Selatan

(Jakarta, BinaPersatuan) - Komitmen menjadikan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam harus dibarengi dengan tindakan nyata. Dengan demikian, pada akhirnya, umat Islam menyadari dengan sendirinya bahwa rumah mereka yang tepat sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi politiknya adalah PPP. Sebab, tanpa tindakan nyata, ketegasan dan keteguhan menjadikan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam hanya akan menjadi jargon kosong belaka. Jika demikian kenyataannya, impian menjadikan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam bagai mimpi di siang bolong. Demikian kata Ketua Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) PPP Jakarta Selatan KH. Marzuki Arman Abduh, Lc pada Bina Persatuan di rumahnya yang asri di kawasan Jagarkasa, Jakarta Selatan.

Menurut KH. Marzuki Arman, tak mungkin PPP bisa menjadi Rumah Besar Umat Islam jika umat Islam sendiri kurang mempercayai atau menyakini bahwa PPP adalah rumah besar mereka. “Untuk menyakini masyarakat bahwa PPP adalah Rumah Besar Umat Islam, maka penghuni rumah tersebut harus mampu menunjukkan identitas keislamannya baik dalam perkataan maupun perbuatan. Dengan begitu masyarakat menjadi yakin dan percaya bahwa sebagai umat Islam mereka harus masuk ke dalam PPP yang menjadi rumah besar bagi umat Islam,” ungkapnya.

Kalau berbicara rumah, tambah KH. Marzuki Arman, ada rumah mewah tapi orang enggan masuk, dan sekalinya masuk dia tidak betah. Sebaliknya ada rumah yang jelek, orang penasaran ingin masuk dan sekalinya masuk dia merasa betah. Itu semua, menurut KH. Marzuki Arman, tergantung pemilik rumahnya. “Kalau kita bicara sebagai pemilik rumah, Islam telah mengajarkan apabila seseorang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka dia harus menghormati tamunya. Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita menghormati anggota rumah kita dan para tamu yang datang berkunjung?” ujarnya.

Menghormati tamu itu kan, kata KH. Marzuki Arman, bukan sekedar mengeluarkan air. Tapi juga harus dibarengi dengan perkataan yang lemah lembut, senyuman penuh rasa persaudaraan, dan penampilan yang baik. “Sehingga ketika tamu itu keluar meninggalkan rumah, dia terkesan dengan rumah itu. Timbul kesan yang baik, sehingga dia rindu mau kembali lagi. Termasuk ingin menjadi anggota rumah itu,” imbuh KH. Marzuki Arman.

Menegaskan dan meneguhkan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam sekarang ini, menurut KH. Marzuki Arman, sudah termasuk telat. Sejak berfusinya empat partai Islam pada tahun 1973 lalu menjadi PPP, sebenarnya pada saat itu PPP sudah menjadi Rumah Besar Umat Islam. “Kalau dulu rumah umat Islam kecil-kecil karena dibagi empat, setelah bersatunya ke empat rumah tersebut ke dalam PPP otomatis rumah umat Islam menjadi besar. Kalau rumah besar itu menjadi kecil, karena kita selaku pemilik rumah menganggap rumah kita yang besar itu adalah rumah yang kecil. Salah satu penyebabnya karena kita sendiri yang punya rumah tidak membanggakan rumah kita,” tegas KH. Marzuki Arman Abduh, Lc.

Oleh karena itu, tambahnya, mari kita jadikan rumah kita yang besar ini benar-benar dipandang besar oleh orang lain yang belum menjadi anggota rumah tangga kita. Kita jadikan rumah besar kita rumah yang nyaman sehingga orang menjadi betah dan mau bergabung menjadi anggota dalam rumah tangga kita, yaitu PPP. “Sebagai rumah besar umat Islam, tentu kita harus hiasi rumah kita tersebut dengan ciri-ciri yang islami. Saling mengedepankan ukhuwah islamiyah di antara sesama anggota keluarga dalam menghadapi setiap persoalan yang muncul serta membalut langkah perbuatan kita dengan akhlakul kharimah yang diajarkan oleh junjungan kita Rasulullah SAW,” ujar KH. Marzuki Arman.

Ditambahkan KH. Marzuki Arman, bila kita sudah bisa menghias rumah kita secara Islami, tentu hal itu akan menjadi daya tarik yang kuat bagi yang lain untuk masuk menjadi anggota keluarga kita. “Insya Allah, jika rumah besar yang kita tempati itu benar-benar mencerminkan keislamannya maka dengan sendirinya akan banyak umat Islam yang mau masuk ke dalamnya. Siap berjuang bersama untuk tetap menjaga keindahan dan kebesaran rumah tersebut,” katanya.

Sejak dulu, menurut KH. Marzuki Arman, dirinya mengatakan sebagai pemilik rumah besar umat Islam kita harus menghiasi dan mengisinya dengan banyak membuat kegiatan-kegiatan yang isinya sesuai dengan rumahnya, dengan bentuk rumahnya. “Jangan sampai rumahnya islami, tapi isi rumah tidak islami. Jangan sampai selaku pemilik mengaku memiliki rumah besar umat Islam, tapi perilakunya menyimpang dari nilai-nilai Islam. Bagaimana umat Islam mau tertarik masuk ke rumah besarnya jika di dalam rumah besar itu ruh islamnya tidak dimunculkan? Coba kalau banyak kegiatan yang mencerminkan keislaman, seperti lomba ceramah atau MTQ misalnya. Tentu dengan sendirinya orang akan mengenal dan mengetahui bahwa PPP itu memang benar-benar rumah besar umat Islam,” bebernya.

Ke depan, tambah KH. Marzuki Arman, kita harus mampu membuktikan bahwa PPP adalah Rumah Besar Umat Islam. Membuktikan dengan perbuatan, bukan sekedar omongan. Umat Islam Indonesia memang patut punya rumah besar karena jumlah umat Islam di Indonesia juga amat besar. “Tinggal sekarang ini bagaimana besar dipandang besar, jangan besar tapi dianggap kecil. Kita sekarang tinggal mengisi rumah itu saja. Sejak berfusinya empat partai Islam menjadi PPP, PPP itu sudah besar banget. Cuma terkadang kita sendiri yang ngecilin,” imbuhnya.

Disinggung mengenai gerakan PPP Jakarta Selatan, KH. Marzuki Arman menyatakan, dulu PPP pernah berjaya di Jakarta Selatan dan karena itu setiap kader PPP Jakarta Selatan harus punya tekad kuat untuk mengembalikan kejayaan PPP itu pada Pemilu 2014 mendatang. “Mengapa sih kita tidak sanggup untuk mengembalikan kejayaan itu? Wilayahnya masih itu-itu juga, orangnya juga kebanyakan masih itu-itu juga. Memang ada sih yang pindah partai, kan bisa kita tanya kenapa mereka sampai pindah. Memang ada juga kan yang kecewa atau ketidakpuasan lantas dia pindah. Padahal begitu dia pindah, dia tuh ingat kenapa sih gue pindah sementara gue kepengen balik lagi tapi gue gengsi,” ungkap KH. Marzuki Arman dengan logat Betawinya. 

Menurut KH. Marzuki Arman, dari sekarang setiap fungsionaris partai harus bertindak cepat dalam merangkul saudara-saudara kita yang telah pindah untuk kembali ke rumah besar mereka yaitu PPP. “Kita harus rajin bersilaturahmi ke saudara-saudara kita yang dulu sempat pergi meninggalkan rumah, bukan cuma sekedar membuka pintu,” tandas KH. Marzuki Arman Abduh, Lc yang berpesan agar jajaran pengurus di Ranting, PAC, dan seterusnya kalau rapat membahas program kerja harus melibatkan MPC agar para tokoh yang duduk di MPC juga bisa memberikan masukan sehingga program yang berjalan bisa semakin menyentuh kepentingan masyarakat. 

Diel/Miel
Share this article :

Poskan Komentar